Tentang Diriku

Aku adalah  anak seorang Petani dari sebuah dusun kecil

Aku terlahir dari Rahim seorang ibu yang berprofesi sebagai Petani kecil disebuah Kampung (dusun) terpencil di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara-Indonesia.

Dalam sejarah perjalan hidupku, mungkin aku sedikit berbeda dengan kebanyakan orang, sejak lahir ke dunia ini, aku hanya dibesarkan dan mendapat kasih sayang  seorang wanita janda yang tidak lain adalah ibuku tercinta serta nenek ku.

Maklum, sejak lahir dan masih dalam usia satu minggu, ayahku telah pergi menghadap sang Khalik, namun satu hal yang sangat kubanggakan dalam hidup ini serta tiada pernah ku lupakan, adalah besarnya kasih sayang ibu dan nenek ku pada diriku, yang rela dan iklas terus menyandang status sebagai seorang Janda, demi membesarkan aku.

Satu hal lagi yang aku banggakan pada ibuku, meskipun hanya seorang petani kecil dan dengan kehidupan yang pas-pasan ibu, dan nenek-ku, selalu berusaha membahagianku, sehingga meskipun aku tidak pernah tau bagaimana rasanya kasih sayang seorang Bapak, namun aku tidak pernah merasa minder maupun bersedih jika melihat anak anak sebayaku yang punya kedua orang tuanya (ayah dan ibu red).

Namaku Junjungan Saragih, entah kenapa nama itu diberikan kepadaku, tidak pernah ada penjelasan yang lengkap setiap kali aku menanyakan hal itu. dari catatan yang tertulis di sebuah kertas di lemari ibuku, aku tahu dilahirkan pada tanggal 02 maret, tempat kelahiranku adalah dusun sidiamdiam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam peta yang pernah kubaca dibangku Sekolah Dasar, nama kampungku tidak ditemukan. Maklum, terpencil, terisolir dan terbelakang. Jaraknya pun sangat jauh dari kota.

Dalam perjalanan pendidikanku, meskipun aku hanya anak seorang janda, namun pendidikan merupakan hal yang sangat penting buat ibu dan nenek-ku, Aku mengecap pendidikan SD hingga SMP di desaku, kemudian melanjutkan pendidikan SMA ku di Kota Medan, usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA aku pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke bangku Kuliah, meskipun ibuku yang penyayang itu tetap memintaku untuk melanjutkan pendidikanku, namun aku memilih untuk bekerja mencari rupiah, hingga akhirnya pilihanku jatu pada Profesi Jurnalist, seperti sekarang ini.

***

Dunia Tulis menulis dan membaca memang merupakan salah satu bakat dan Hoby ku, namun menjadi seorang Jurnalist bukanlah sebuah cita cita dimasa kecil dan remajaku, namun aku tidak pernah berpikir, kalau Hoby dan bakat itu akhirnya menyeretku menggeluti profesi ku sekarang ini sebagai seorang Wartawan.

Niat menjadi seorang Jurnalist ini tidak pernah terprogram di benakku sebelumnya, niat muncul hanya spontan, ketika tanpa sengaja, aq membaca iklan di sebuah majalah tentang Lembaga Diklat  Jurnalist yang diselenggaran oleh Pusat pelatihan Wartawan Indonesia Cakra Jaya (PPWI Cakra Jaya) Blora-Jawa tengah yang siap mencetak wartawan wartawan muda dan professional.

Hingga akhirnya muncul dalam pikiran mengikutinya, selesai mengikuti Diklat tiga bulan, atas tawaran seorang teman, aku pun bergabung ke sebuah surat kabar mingguan terbitan Medan yang tidak begitu terkenal, saat itu.

Mengawali Profesi ini, akupun memilih ditugaskan di wilayah kecamatan kampung halamanku, Antara keraguan dan kebimbangan silih berganti timbul dalam pikiranku. Ragu dan bimbang karena sangat menyadari sepenuhnya, keahlian dan pengetahuan dalam tulis menulis tidak seberapa, apalagi aku tidak tahu bagaimana cara mendapatkan penghasilan dengan profesi ini, dimana sat itu aku hanya dibekali surat Tugas dan kartu Pers (ID Card)

Beberapa bulan menjalani profesi ini, aku hampir putus asa, sempat terpikirkan olehku untuk berhenti dari profesi ini,apalagi dalam menjkalankan profesi ini aku tidak didukung dengan sarana yang lengkap, jangankan sepeda motor, Camera dan Tape recorder pun aku tidak punya,  namun atas dorongan ibu dan nenek, aku kembali berpikir, betul adanya, aku tidak boleh menyerah begitu saja, karena aku sudah terlanjur menggelutinya, jika aku tinggalkan sama artinya “Gugur sebelum berperang”.

Hingga  akhirnya ku bulatkan tekat bahwa dimana ada kemauan disitu ada jalan, pelan pelan aku jalani profesi ini, sekalipun harus selalu mengharapkan belas kasihan teman se-profesi untuk memberiku tumpangan kendaraan guna mencari berita.

Beberapa tahun menjalaninya, akupun mulai merasa nyaman, hingga akhirnya aku merasa telah menemukan jalan hidupku, yaitu sebagai seorang Jurnalist, akhirnya saat ada peluang aku meminta pindah tugas ke Kota pematang Siantar, namun aku tak pernah berhenti belajar mendalami profesi ini dengan terus mengikuti mengikuti sejumlah kegiatan pelatihan jurnalis plus membaca buku-buku tekhnik menulis dan mengenal dunia kewartawana guna  menambah wawasan.

Dengan Profesi ku ini juga kuanggap telah  banyak memberi manfaat bagiku, mulai dari bertambahnya network dan relasi hingga pengetahuan yang selama ini tidak pernah kuketahui.

Aku menyadari dunia jurnalist tidak menjanjikan materi dan masa depan yang cerah, namun setidaknya bisa memberikan nafkah buatku, Karena aku ingat istilah Populer dikalangan Jurnalist yaitu “Kalau Mau kaya Jangan Jadi Wartawan”.

Dengan Menyandang Predikat wartawan yang ku jalani sejak tahun 1999 ini, telah pula membuat ku bergabung ke sejumlah media surat kabar, tercatat sejumlah media telah kumasuki menjadi wawratawnya (baca Biografi).

Melalui profesi ini juga , aku pun mulai mengenal dan dikenal olah berbagai kalangan, baik eksekutif, legislatif, yudikatif  dan lainnya, pun juga lewat profesi ini aku mulai diajak bergabung menjadi pengurus  dan anggota di sejumlah organisasi masyarakat, kepemudaan dan organisasi wartawan dan Partai Politik.

Sampai sekarang aku merasa cukup nyaman dengan profesi dan aku akan terus belajar dan belajar serta berkarir di profesi tersebut,  karena aku berprinsip,  jangan pernah lelah untuk terus belajar dan berkreasi dibidang apa pun, Semoga Allah SWT meridhoi segala amal dan usaha yang ku lakukan selama ini, Amin,-


2 Balasan ke Tentang Diriku

  1. edwin berkata:

    semoga sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s