NASIP DAN TAKDIRKU

Malam semakin larut
Senyap dan hening sekelilingku hanyalah serangga malam
yang terdengar bersahutan, bagaikan mereka
menjerit, turut menangisi nasipku

Kucoba untuk memejamkan mata…….
Namun, Tragedi itu….
Kala jam tanganku menunjuk pukul 24.00 Wib
maaih menjelma, tak lepas dari ingatanku

Kucoba untukbangkit dari tempat tidurku
kiranya tubuhku lunglai tak berdaya
Kiranya, sejak Tragedi itu
sesuap nasipun tak dapat kutelan lagi

Oh.Tuhan…………..
Dengan sisa semangat yang masih ada
Kuraih sebuah Diary, disinilah akan kutulis jerit kalbuku
kenapa dia begitu tega menghina dan menyakitiku

Sekilas kutatap wajahnya yang pernah aku belai itu
Tapi aku jua ditatapnya begitu dingin
Bagaikan aku dan dia tiada pernah terjadi apa-apa
sedikitpun jua ia tak ragu………..

Apa yang dilakukannya itu memang benar haknya juga
Tapi kenapa aku harus gentar
Bagaikan Rumah yang akan runtuh ditelan bumi
Bibirku kaku tak mampu lagi mengatakan sesuatu
sungguh luka hatiku…………

Sejenak Kulirik bibirnya
Dari situlah dia mengucapkan hinaan,nya pada diri ini
yang sebentar lagi akan Hancur
Bagaikan layang layang yang terlepas dari benangnya
Terbang melayang tak jelas arah dan tujuannya
Apakah dapat kita sambung Lagi……………..?

Oh Tuhan…………………
Kenapa ia bersemi dalam kalbuku
Mengapa dia ada pada jantung hatiku
dan kenapa pula dia hancurkan harapanku

itulah rupanya nasip dan cintaku
Kusangka panas hingga senja
kiranya hujan disiang hari

Tentang junjungan Saragih

Saya adalah seorang Journalist Media Cetak di daerah
Pos ini dipublikasikan di PUISI & SUARA HATI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s