Kerinduan Dari Sahabat Yang Jauh

Sahabat……. Masih ingatkah engkau akan kampung halaman kita,
akan sanak saudara kita, kampung tanah leluhur kita yang dulunya
kan penuh dengan keramahan, kesejukan, kesuburan…..
Sawah kita terhampar luas dengan padi-padinya yang menguning.

Hutan kita pun terbentang luas, dulu kan kita patuhi hutan
Mana yang boleh kita rambah dan mana hutan yang tak dapat  dijamah,
Sehingga hutan kita tetap melebat dan menghijau senantiasa
Menjaga dan melingungi  kampung kita dari kekeringan, keerosian
Dan kegersangan sehingga sungai kitapun tetap setia untuk
Untuk mengalir pantang surut,tersedialah ikan jurung, ikan sibarau,
Ikan mas yang lezat itu, masih ada lagi sungai sungai kecil
Yang selalu kita sebut damak-damak, tempat melepas dahaga sang rusa
Balua, dan paes sikancing itu, bersama dengan si burung punai,
pisoala boang, sibarakbak dan kawan kawannya.
Di damak-damak itu kan pernah kita mandurung mendapatkan ikan sayur bah.

Sahabat……. Masih ingatkah engkau suara burung uou yang
melengging dimalam hari untuk menyuruh kita ke tempat paraduan,
masih ingatkah  engkau suara sang kera kulihap
dan sering kita sebut  kiah-kiah sipanjang ekor tertawa terkikih kikih
menyambut sang  mentari diufuk timur, maka kitapun
berjalan berbaris baris memanggul addubah menuju
tapian pancuran kita yang telah tersedia dan tertata oleh pendahulu kita.

Masih rindukah kamu sahabat,mendengar suara imbou siamang
Itu dipagi hari yang bersenandung memuji kelestarian
alam jagad raya, kadangkala ditimpali juga nyanyian
sang si enggang padung, si merdu anduhur gitti dan anduhur bolon,
sehingga aku teringat  sebuah uppasa/pantun orang tua kita menyatakan
“Anduhur Pinutputa, tading iparsobanan, Uhur Natinurutan
Nasong marhinganan”.

Sahabat……. Semuanya itu  sudah berlalu bagaikan ditelan
Oleh kemajuan jaman, merekapun  telah tiada, entah kemana
Mereka pergi, hilang tak tau arah rimbanya, hanyut kemana
Arus sungainya,apakah mereka matiu tanpa pusara…?.

Kini aku gelisah, tiada lagi keramahan,entah kemana
Persahabatan tak ada lagi yang mau menggigit, semuanya
Ingin mau menelan.

Sahabat……. Kemana hendak mengadu, kepada siapa kita bertanya,
Siapakah yang menjawab, bagaikan semua tidak peduli.

Apakah jawabmu seperti uppasa kita yang menyatakan
“Sodongbe Tardulangi Dulang sajari oe, sioupe idulangi sihilap bajaronggi,
Sedongbe Tarulaki suang Sapari ondi, siholpe naulaki dobma silap ijondi”.

Jika itu jawabmu sahabat,sudilah engkau pada suatu hari nanti, taburkanlah
Bunga di selat Malaka, Barangkali kami telah ada disana,-

Tentang junjungan Saragih

Saya adalah seorang Journalist Media Cetak di daerah
Pos ini dipublikasikan di PUISI & SUARA HATI dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kerinduan Dari Sahabat Yang Jauh

  1. facebook likes berkata:

    Bagus posting tentang Kerinduan Dari Sahabat Yang Jauh | Junjungan Saragih. Saya sangat terkesan dengan waktu dan usaha anda telah dimasukkan ke dalam menulis kisah ini . Aku akan memberikan Anda sebuah link di blog media sosial saya. Semua yang terbaik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s