Makam Tua Datuk Ganjang di T.Tinggi Berukuran 7 Meter

* Konon sosok Datuk Ganjang Berasal dari Simalungun

 

Makam Datuk Ganjang Berukuran 7 Meter Lebih

Tidak banyak masyarakat yang tahu kalau di Kota Tebing Tinggi ternyata menyimpan sebuah tempat keramat berupa makam tua yang bentuknya tidak lazim dan langka, Kenapa ?, tidak lain  karena bentuk makam tua tersebut tidak berukuran sebagaimana umumnya, disamping itu, makam tua tersebut juga menyimpan banyak cerita dan Misteri.

yang anehnya lagi, keberadaan makam itu begitu dikenal banyak orang dari luar kota Tebing Tinggi bahkan diluar pulau sumatra dan banyak yang berkunjung ke makam itu, Bagaimana cerita lengkapnya, berikut penelusuran Penulis.

Datuk Ganjang, demikian nama sosok yang menghuni makam keramat tersebut, meski telah dikunjungi banyak masyarakat dari berbagai daerah di Nusantara, namun keberadaan makam tua yang berlokasi di Jalan Darat Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hilir itu tidak begitu dikenal oleh banyak warga kota ini, bahkan keberadaannyapun sepertinya luput dari perhatian pemerintah setempat.

Makam Datuk ganjang

Sekilas, memang tidak ada yang istimewa pada Makam Tua yang diperkirakan berusia ratusan tahun lebih itu, cungkupnya pun begitu sederhana dengan menopang empat buah tiang yang terbuat coran semen serta berpagar besi,kesederhanaan makam itu juga ditambah dengan letaknya yang berapa di areal perladangan warga, bahkan jika kita tidak mendekat, tiada mengira kalau ternyata itu sebuah makam, apalagi kesan angker,nyaris tiada.

Lain halnya bila kita telah berada di kompleks makam tersebut, rasa heran suasana takjub akan menyelimuti diri kita,  Makam ini panjangnya 7 meter 8 cm dengan lebar 1 meter, disamping itu, makam ini juga boleh dikayakan tanpa tuan, tanpa memiliki keluarga. Terbukti, tak seorangpun warga ataupun masyarakat mengakui sebagai makam atau pusara keluarganya.

Hal itu juga dipertegas Ribut (57) yang merupakan Kuncen Makam Datuk ganjang itu mengawali perbincangan, ketika menemani koran ini ke makam tersebut, kemarin, diakuinya bahwa makam yang dirawatnya tersebut merupakan makam warisan yang diturunkan oleh orang tuanya guna dijaga dan dirawat meski tak seorangpun sanak keluarga atau famili Datuk Ganjang mengakui memiliki makam tersebut.

“ini belum panjang  yang sebenarnya, konon menurut cerita orang tua saya, Tubuh Datuk Ganjang ini semasa hidupnya panjang tubuhnya mencapai  belasan meter, hingga ketika dikebumaikan, terpaksa dilipat” ungkap Ribut.

Disebutkan Ribut, orang tuanya sendiri yang  lahir pada tahun 1930, dan orang pertama tinggal di daerah ini, sebelum meninggal dunia juga merupakan orang yang merawat makam tersebut tidak tahu persis siapa Datuk Ganjang, “Cuma orang tua saya pernah bercerita saat dia pertama kali menempati daerah ini, makam tersebut sudah ada” sebut Pria berusia uzur itu.

Kalau menurut cerita orang tuanya, kata Ribut, Datuk Ganjang itu tidak memiliki keturunan ataupun keluarga, dan katanya lagi, Datuk Ganjang dari suku Simalungun, tapi sudah memeluk agama Islam, perihal kapan lahir dan wafatnya serta siapa nama aslinya, baik dirinya maupun almarhum orang tuanya tidak tahu persis, karena dimakam tersebut tidak ada tanda-tanda, ketika makam ini ditemukan orang tuanya, yang ditemukan hanya sebuah batu diukir bertuliskan Datuk Ganjang, yang terletak persis di atas gundukan makam.

“Orang tua saya dulu pernah memperkirakan, Datuk Ganjang ini hidup di zaman Nabi atau Wali Allah, karena memang di zaman itu katanya ada manusia seperti ini yang biasanya merupakan utusan Wali atau sejenisnya” terangnya seraya tidak menampik kalau dimasanya dahulu, Datuk Ganjang ini merupakan tokoh yang sakti.

Tapi apa aktifitas Datuk Ganjang dimasa hidupnya, menurut Ribut tidak ada ceritanya, dia hanya dipesankan orang tuanya (alm Barjo red), supaya menjaga serta merawat makam itu, “Karena memang sejak pertama tinggal di daerah ini, bapak saya telah merawatnya” kata ribut sembari membakar sebatang rokok kretek yang terselip disela-sela bibirnya.

Ribut (Kuncen Makam)

Kuncen Makam itu juga bercerita kalau lokasi makam datuk ganjang yang kini merupakan tanah dari keturunan Alm tengku Zakaria itu memang merupakan lokasi keramat. pernah katanya datang dua orang dari Medan yang mengaku wartawan ke lokasi makam, namun mungkin karena niat-nya tidak baik, hasil photo-photo makam yang mereka ambil tidak satu pun yang jadi, “Hasilnya hitam, sampai dua kali mereka datang namun begitu di cetak hasilnya tetap hitam, karena itu setiap orang yang datang ke makam saya selalu berpesan agar tidak memiliki niat yang tidak baik, siapapun dari suku atau agama apapun asal niatnya baik pasti dibalas dengan kebaikan, dan sampai sekarang makam ini tetap di keramatkan” jelasnya.

Diakuinya juga kalau makam ini banyak dikunjungi orang, sejak Tahun 1977, katanya, banyak warga berdatangan ke Makam tersebut melakukan ziarah, meminta berbagai bantuan perobatan ataupun keberuntungan, dan hampir semua pula permohonan tersebut dikabulkan.sepanjang niatnya bagus, dan umumnya katanya penziarah yang niatnya terkabul selalu datang kembali ke makam ini.

Bahkan Para Penjiarah katanya, hampir rata dari luar kota Tebing Tinggi bahkan dari Pulau Jawa, seperti dari wilayah Jakarta, Medan, Kisaran, Asahan, maupun Kota Tebing Tinggi sendiri dengan membawa durpa, kemenyan bahkan kembang melakukan permohonan bantuan kepada Datuk Ganjang.

“Hampir tiap hari ada saja yang berkunjung, dan rata rata mereka dari luar daerah, saya pun terkadang heran, dari mana mereka tahu makam ini, Cuma beberapa orang yang saya tanya  mereka mengaku tahu makam ini atas petunjuk dari mimpi” terangnya lagi.

Ditanya Harapannya, Ribut Sangat mengharapkan Pemko Tebing Tinggi segera memberikan perhatian khusus dan mencari tahu sejarah terhadap makam yang dikatakan sebagai makam Datuk Ganjang ini, karena, setiap orang yang datang berziarah saat ditanyakan apakah ada huibungan keluarga dengan makam, ternyata tak satupun bisa mengungkapkan dan menjawab, hanya saja dirinya terundang datang berziarah karena petunjuk mimpi bahkan petunjuk para pengobat yang memerintahkan agar ziarah dan meminta pertolongan, Katanya lagi, (J.  Saragih)

Tentang junjungan Saragih

Saya adalah seorang Journalist Media Cetak di daerah
Pos ini dipublikasikan di CATATAN & ARTIKEL dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Makam Tua Datuk Ganjang di T.Tinggi Berukuran 7 Meter

  1. yuli berkata:

    maaf sblm_y…
    cuma mau tnya…
    mkm itu letak di jln apa??????
    soal_y saya juga baru dengar ini klu di tebing ada tempat sejarah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s