Melihat Dari dekat Pengrajin Tempurung di Bantul

Batok (tempurung) kepala, Bagi kebanyakan orang pada umumnya adalah barang sampah, bahkan bagi masyarakat di Kota Tebing Tinggi dan Sumatera Utara, Bila Sudah diambil air dan isinya, tempurung itupun hanya dibuang saja, palingpun dijadikan sebagai alat pembakar di dapur.

Namun, bila di mata kita tempurung Kelapa itu nilainya tak lebih dari sampah, hal ini tidak berlaku bagi sang pengrajin, Khususnya pengrajin di daerah propinsi Yokyakarta, dimana sisa dari Limbah dari kelapa ini bisa mereka olah menjadi sebuah kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi dengan pangsa pasar merambah ke berbagai negara khususnya negara-negara asia, seperti untuk membuat meja, kursi, dan beraneka ragam accecoris. Percaya atau tidak ?

Pastinya hal ini telah dibuktikan Penulis bersaama sejumlah Jurnalistik asal Kota tebing tinggi yang berkunjung ke Kabupaten Bantul Propinsi Yokyakarta, baru baru ini,”Disini Tempurung tempurung yang merupakan limbah kelapa ini ini justru dapat mereka mampaatkan  dan dikelola dengan apik, hingga bisa digunakan untuk membuat beraneka macam accecoris, termasuk meja, kursi dan lemari dengan harga jual jutaan rupiah, yang pemasarannya juga menembus Mancenegara” Kata Kasubdin Industri pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, yang mendampingi Penulis beserta rombongan ke lokasi pengrajin Tempurung di Dusun Piring Murtigading, Sanden Kabupaten Bantul itu

Mas Iin, merupakan salah satu pengrajin Tempurung Kelapa di Bantul, Pria ini tak lain adalah pemilik Usaha Kerajinan Tempurung “Batok Jokja” Handycraft & Furniture yang terletak di Dusun Piring Rt 2/Rw 17, Sanden, Bantul, Yogyakarta, itu kini mampu menjadi pengusaha Sukses lewat Usaha Limbah kelapa tersebut.

Dalam permincangan dengan Mas Lin, Usaha pemampaatan Limbah kelapa itu sangat memiliki Nilai ekonomi yang Tinggi, bahkan karena begitu pesatnya pekembangan Usaha kerajinan tempurung yang digeluti Mas Lin, membuat dirinya meninggalkan Pekerjannya lamanya sebagai salah satu kepala sekolah MIS didaerahnya itu, “yach memang jabatan kepala sekolah di salah satu MIS terpaksa saya tinggalkan, karena sibuk mengurusi usaha kerajinan saya yang omzetnya terus meningkat, khususnya lagi order dari Mancanegara” ungkap Pria Paruh baya ini dalam perbincangan dengan penulis.

Dituturkannya, awalnya dia mengerjakan usaha kerajinan itu hanya seorang diri, namun karena produknya mulai dikenal dan pesanan terus meningkat, membuat dirinya sampai saat ini telah mempekerjakan Puluhan karyawan setiap harinya, Dan dari “Sampah kelapa” itu, mereka olah menjadi raneka ragam accecoris dan peralatan rumah lainya yang memiliki nilai jual tinggi hingga ke mancanegara, diantarnya adalah seperi lemari,Meja, Kursi, kotak tissue, kotak perhiasan, piring, mangkok, cangkir, alas gelas, bingkai cermin dan photo dan lain-lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, Produknya itu sangat diminati sampai ke benua afrika seperti jamaika, bahkan Salah satu hasil kerajinan yang diminati dan menjadi barang ekspor itu merupakan karya yang sangat sederhana, berupa bingkai photo yang bertuliskan Jamika. Disebutkannya, untuk seperangkat Kursi, yang telah di lapisi dengan potongan potongan Tempurung kelapa, Mas Lin mampu menjual seharga Rp. 5 juta / set.

Dijelaskannya, bahwa untuk Proses pembuatan  sebuah produk dari Tempurung Kelapa ini tidak begitu sulit. Prosesnya dimulai dari memotong tempurung menjadi beberapa potongan, lalu serat-serat kelapa yang ada di tempurung dibersihkan dan dihaluskan, kemudian ditempel pada satu media, seperti meja, kursi atau lainya, kemudian setelah ditempel dihaluskan lagi pada sisi luar, sehingga terlihat rapi. Proses produksi inilah yang membuat produknya bisa laku di pasar karena selain unik, pembuatannya juga halus. Beda jika dilakukan dengan menggunakan mesin, sentuhannya pasti tidak serapi dengan menggunakan tangan, yang biasanya jauh lebih terampil.

Mas Lin, Merupakan salah satu pengrajin yang memampaatkan Limbah kelapa di Kabupaten Bantul Khususnya dan propinsi Jokja umum,nya, karena sangat banyak pengrajin di daerah ini yang memampaatkan sejumlah limbah tertentu untuk kemudian diolah dan dijadikan accesoris yang memiliki Nilai Jual di pasaran.

Namun, keberhasilan para pengrajin di Jogja ini tidak terlepas dari peranan Pemerintah Daerah-nya dan pihak ketiga. Dengan memberikan Bimbingan, pengawasan dan pemberian bantuan modal kerja,para pengrajin sangat di perhatikan dengan serius oleh pihak Pemda. Pemda dan pihak ketiga bersama-sama mendorong pengrajin termasuk membantu pemasarannya.

Pihak ketiga itu salah satunya yang mengambil peran dalam hal pengrajin ini adalah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jokja, Kadin sebagai fatner Pemda sangat berperan  dalam upaya melakukan dorongan kegiatan usaha untuk meningkatkan ekonomi, termasuk dalam membantu mencarikan pangsa pasar.

Hal itu diakui oleh S.R. Yunastuti SE (Yuyun) selaku Pengurus KADIN Yokyakarta yang ditemui penulis di Kantor KADIN Yokyakarta jalan Sultan Agung, “Disamping kita melakukan melakukan dorongan untuk kegiatan usaha pengrajin termasuk dalam mencarikan pangsa pasar, Pemerintah daerah juga selalu memfasilitasi para pengrajin dan memberikan masukan-masukan, untuk pekerjaan apa yang bisa dikerjakan bersama dengan Dekranasda” kaya Yusun yang menjabat sebagai Komite tetap Hubungan Internasional pada KADIN Yokyakarta tersebut

****
Keberhasilan yang telah diraih oleh Mas Lin, salah satu pengrajin di Jokja ini, tentunya menjadi contoh bagi warga masyarakat Kota Tebing Tinggi khsusnya, bahwa peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dapat lebih bernilai guna jika bahan-bahan seperti tempurung kelapa yang sebenarnya banyak dijumpai di wilayah Kota Tebing Tinggi dapat dimanfaatkan sedemikian rupa menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomis, bernilai seni serta bernilai guna praktis untuk kehidupan sehari-hari.

Apalagi melihat potensi Kota tebing tinggi  yang letaknya tidak jauh dari daerah daerah yang banyak pohon nyiur, Tak salah bila kita mau belajar dari dari Jokja, karena batok kelapa yang ada di Jogja sama dengan batok kelapa yang ada di sekitar kita. Hanya saja tinggal niat dan kemauan untuk belajar memanfaatkannya.

Jadi Bukan hal Muatshil bila Pengrajin Batok di Jokja, bisa diterapkan di Kota tebing tinggi, tinggalalan yang perlu adalah kemauan masyarakat dalam memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar kita, hal yang penting adalah adanya kreatifitas. Kreatifitas itu timbul, umumnya karena situasi kehidupan  ataupun keadaan ekonomi, tetapi juga karena adanya prospek yang lebih bagus sebagai peluang usaha yang dapat dan lebih menjanjikan.

Disamping itu yang tidak kalah penting, diperlukannya peran serta Pemerintah Kota dan Pihak ketiga dalam mendukung Warga untuk mengembangkan usaha usaha tadi di kota ini. Salah satu yang bisa dilakukan Pemerintah Kota tebing tinggi adalah bekerjasama dengan KADIN di kota ini dengan mengirimkan sejumlah warga dari Kota tebing tinggi untuk belajar tentang teknis teknik pengolahan Limbah kelapa tersebut. Kenapa dikatakan kaula muda, karena disamping masih memiliki waktu dan masa depan

Atau bisa juga dengan memanggil tenaga ahli yang dikontrak sebagai instruktur untuk memberikan pelajaran dan bimbingan tata cara pengolahan tempurung tadi dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah memberikan bantuan modak dan membantu pemasaran bagi pelaku pengrajin di kota ini.

Tidak kalah pentingnya juga, sebaiknya pemko tebing tinggi menyediakan satu lokasi di kota ini tempat para pengrajin mejajakan usahanya, karena mengingat Kota tebing tinggi sebagai kota perlintasan, adalah suatu hal yang memungkinan jika Pemko menyediakan tempat yang strategis dan gampang di temui, untuk para pengrajin menjajakan daganganya.

Selain tempat para pengrajin tadi , pemko juga bisa menempatkan disitu penjual lemang dan Riti kacang yang merupakan oleh oleh Khas Kota ini di tempat tersebut, hingga  setiap orang yang melintas di Kota tebing tinggi dapat dengan mudah membeli sejumlah kerajinan dan panganan khas Kota Tebing Tinggi,- (Junjungan Saragih)

About these ads

Tentang junjungan Saragih

Saya adalah seorang Journalist Media Cetak di daerah
Tulisan ini dipublikasikan di CATATAN & ARTIKEL dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Melihat Dari dekat Pengrajin Tempurung di Bantul

  1. arif saiful berkata:

    salam kenal pak.saya arif di solo,mohon kerja samanya pak.sy produksi batok dibuat kotak,bundar dngan segala macam ukuran dan corak..bisa untuk bhan tempel pbk.bila pbk minat hbngi sy no hp 085291158205

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s